Dengan burka yang menutupi tubuh mereka, perempuan Afghanistan sering
dianggap 'bisu.' Namun sebuah proyek menulis memberi mereka kesempatan
untuk 'bersuara' (foto: awwproject.org).
Bagi sebagian perempuan Afghanistan, menulis online memberi mereka keterampilan komputer dan bahasa serta keberanian untuk menceritakan kisah mereka.
Perempuan Afghanistan sering digambarkan secara menyedihkan dan buruk, dilarang mengenyam pendidikan atau bekerja di luar rumah, harus bersembunyi di balik "burqa," dan dibungkam.
Proyek Menulis Perempuan Afghanistan (AWWP) didirikan tiga tahun lalu untuk mengubah citra tersebut.
Di dalam ruang virtual yang diciptakan oleh AWWP, perempuan memiliki kebebasan untuk menulis tentang apa pun yang mereka inginkan di bawah asuhan tim relawan guru dan penulis.
Zahra A., yang berusia 20-an, senang bisa menceritakan kisahnya melalui
